Anansis Si Laba-Laba Cerdik

Dahulu kala di sebuah hutan di Nigeria, hiduplah seekor laba-laba cerdik bernama Anansis. Suatu hari, saat ibu hyena (binatang pemakan daging asal Afrika) pergi berburu, Anansis mendatangi rumahnya dan mengatakan kepada anak-anak hyena bahwa dirinya adalah paman mereka. Anak-anak hyena percaya saja pada kata-kata Anansis.



“Aku adalah pamanmu. Panggil aku Paman Anansisnagapoker88 dan bangunkan aku saat ibumu datang membawa makanan ya,” kata Anansis.

“Baik, Paman Anansis,” kata salah satu anak hyena.

Anansis mulai membangun jaringnya di pojok ruangan dan tidur dengan nyamannya.

Tidak lama kemudian, ibu hyena pulang sambil membawa makanan. “Anak-anak, ini daging untuk kalian semua,” kata ibu hyena sambil pergi lagi untuk berburu.

Anak-anak hyena ingat pesan Paman Anansis. Mereka lalu membangunkan Anansis dan memberikan daging hasil buruan ibu mereka. Anansis langsung melahap daging itu sampai habis dan mulai tidur lagi.

Tidak lama kemudian, ibu hyena datang lagi bocoran admin slotmembawa daging dua kali lipat banyaknya. “Ini untuk kalian, Anak-anakku,” kata ibu hyena. Lalu, ia langsung pergi lagi.

Seperti sebelumnya, anak-anak hyena membangunkan Anansis dan memberikan daging hasil buruan ibu mereka. Begitu seterusnya sampai Anansis pun kenyang, sementara anak-anak hyena belum makan sedikit pun.

Saat malam tiba, ibu hyena pulang ke rumah dan mendapati anak-anaknya masih meminta makanan. “Kalian masih lapar? Bukankah Ibu sudah memberikan banyak makanan tadi?” tanya ibu hyena.

“Paman memakan semua makanannya,” jawab salah seorang anak hyena sambil menunjuk Anansis yang masih berada di pojokrtv live slot.

Anansis sadar dan mulai lari keluar dari rumah hyena. “Apa?” Ibu Hyena marah dan langsung mengejar Anansis.

Anansis lari dan masuk ke rumah anjing tak jauh dari situ. “Aku baru selesai makan. Makananku habis, aku tidak bisa menawarimu,” kata anjing kepada Anansis.

“Tidak apa. Aku sudah makan,” jawab Anansis sambil duduk di dekat anjing.

Tidak lama, ibu hyena datang dengan wajah murka. “Siapa di antara kalian yang mencuri makanan anak-anakku?” tanya ibu hyena dengan nada marah.

Anansis menunjuk anjing dan berkata, “Dia baru saja berlari. Lihat, dia kelelahan sampai-sampai Iidahnya menjulur.”

“Tidak.” kata-kata anjing terpotong karena harus berlari menyelamatkan diri dari sergapan ibu hyena. Ibu hyena terus mengejar anjing sampai jauh.

Sementara itu, Anansis yang cerdik meneruskan tidurnya. “Hehehe, perutku kenyang sekali,” kata Anansis.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kakek Tua dan Cucunya

Tubuhku Pelunas Hutang Suamiku

Cerita Rakyat Sulawesi Selatan : Putri Tandampalik