Kisah Dua Ekor Kuda

Suatu hari, di sebuah perbukitan terjadilah gempa bumi yang sangat dasyat. Korbannya sangat banyak, tidak hanya manusia. Hewan dan pepohonan pun terkena imbasnya. Banyak sekali pohon yang tumbang dan hewan-hewan yang mati. Hanya sedikit hewan yang berhasil menyelamatkan diri. Termasuk dua ekor Kuda yang kakak-beradik.



Pada saat gempa terjadi kedua Kuda tersebut sedang berada diluar rumah mencarislot gacor maxwin makanan, sehingga mereka tidak terkena reruntuhan seperti yang dialami kedua orang tuanya. Setelah kedua orang tuanya mati, mereka berdua hidup sebatang kara dan tinggal di puing-puing rumah mereka yang sudah runtuh. Mereka pun berjalan mencari tempat untuk istirahat. Akhirnya, mereka menemukan sebuah rumah yang sudah runtuh namun, sebagian rumah tersebut masih ada yang utuh.

‘’ Kita sangat beruntung, karena menemukan tempat untuk tinggal.’’ Kata Kuda paling tua yang berusaha menghibur sang adik.

‘’ Lebih baik tidak memiliki tempat tinggal! Dari pada harus kehilangan kedua orang tua kita.’’ Jawab sang adik sambil menangis. Ia merasa sangat sedih kehilangan kedua orang tuanya.

‘’ Adikku, ini sudah takdir. Kita berdua tidak dapat menolaknya.’’ Kata sang kakak memeluk adiknya.

Setelah kedua orang tuanya pergi, mereka berdua harus mencariagen judi casino makanan sendirian. Padahal, selama ini mereka hanya menikmati saja makanan yang dibawakan oleh orang tua mereka. Akhirnya, kedua ekor Kuda tersebut mencari makanan ke perkampungan dipinggir hutan.

‘’ Disini sudah tidak ada lagi rumput yang bisa kita makan, ini adalah rumput terakhir yang tersisa diperkampungan ini.’’ Kata sang kakak setelah mereka mencari makan.

‘’ Besok kita akan mencobanya lagi ditempat yang lain.’’ Kata sang adik.

‘’ Adikku, dihutan ini sudah tidak ada lagi makanan yang dapat kita makan. Sebaiknya kita berdua pergi ke kebun kopicasino slot yang letaknya sangat jauh dari sini. Tapi, aku sangat yakin banyak makanan disana.’’ Ujar sang kakak.

‘’ Kak, aku tidak mau meninggalkan kampung ini hanya untuk mencari makanan. Itu artinya kita harus meninggalkan semua kenangan ibu dan ayah?’’ rengek sang adik sambil menangis.

‘’ Baiklah, kalau begitu aku yang akan pergi sendirian. Aku tidak mau kelaparan.’’ Kata sang kakak.

Akhirnya, sang kakak pun meninggalkan adiknya ke perkebunan kopi untuk mencari makanan. Setelah melakukan perjalanan yang sangat jauh. Akhirnya, ia sampai ditempat tujuan. Kedatangan sang Kuda sangat diterima dengan baik oleh sang pmilik kebun. Ia memakan biji kopi sepuasnya.

Setelah cukup lama tinggal dikebun tersebut. tubuh sang kakak berubah menjadi gemuk karena makanan yang sangat berlimpah. Pada awalnya, ia sangat senang dengan keadaan tersebut. namun, lama kelamaan ia pun teringat dengan sang adik. Ia pun bertniat untuk pulang menemuinya.

Namun, karena tubuhnya yang besar, ia sangat kesulitan untuk melewati pagar. Akhirnya, ia pun berpuasa beberapa hari agar tubuhnya menjadi kurus kembali. Setelah kurus. Ia pun berhasil keluar dari pagar kebun tersebut dan membawa makanan yang cukup untuk sang adik. Ia pun harus menempuh perjalanan yang cukup jauh.

Melihat kedatangan sang kakak. Wajah si adik sangat gembira. Namun, karena kelelahan sang kakak pun jatuh pingsan dan tidak cukup makan selama perjalanan. Dengan sabar dan penuh kasih sayang. Sang adik merawat kakaknya sampai sembuh. Setelah kakaknya sembuh mereka berdua kembali ke kebun kopi dan makan sepuasnya. Setelah perut kenyang mereka pun kembali pulang dan membawa makanan yang cukup untuk beberapa hari.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kakek Tua dan Cucunya

Tubuhku Pelunas Hutang Suamiku

Cerita Rakyat Sulawesi Selatan : Putri Tandampalik