Kumpulan Naskah Drama Cerita Rakyat Nigeria : Kita Semua Saling Melayani

Dahulu kala, Kerajaan Kamera, di Afrika dipimpin oleh seorang raja yang sombong dan berperangai jahat. Itulah mengapa semua rakyat takut kepadanya.



Suatu hari, sang raja duduk-duduk di depan istana dengan dikelilingi pengawal-pengawalnya. Semua rakyat yang berada di situ dan melihat sang rajanagapoker88 Iangsung menyembah karena takut.

Melihat rakyatnya menyembah-nyembah, sang raja semakin sombong. Lalu, ia mengumumkan bahwa dirinya adalah rajabandar casino penguasa seluruh dunia dan semua orang di dunia adalah pelayannya.

“Kau salah. Semua orang adalah pelayan bagi yang lainnya. Kita semua saling melayani,” kata sebuah suara.

Suara itu membuat suasana menjadi hening. Tidak ada yang berani bergerak sedikit pun. Semua orang yang berkumpul di situ sangat yakin raja akan marah.

Benar saja, wajah raja merah padam. “Siapa yang berkata itu?” bentak raja.

“Siapa yang berani mengatakan bahwa aku adalah pelayan?” katanya dengan nada suara tinggi.

“Saya,” kata sebuah suara di kerumunan orang. Seorang tua berambut putih maju ke hadapan raja. la memakai tongkattangan judi rtp untuk membantunya berjalan.

“Siapa engkau?” tanya raja.

“Aku Abu Bakar. Desa kami kekeringan. Aku datang untuk memintamu agar menggali sumur di desa kami,” kata si orang tua.

“Ternyata, kau seorang pengemis,” kata raja sinis sambil mendekati Abu Bakar.

“Kau berani sekali menyebutku pelayan,” kata raja lagi.

“Kita saling melayani. Dan aku akan buktikan padamu,” kata Abu Bakar tanpa rasa takut.

“Buktikanlah! Jika kau bisa, aku akan menggali tidak hanya satu sumur di desamu, tapi tiga sumur. Tapi, jika tidak bisa membuktikannya, kau akan mati!” kata raja.

“Baiklah. Sebelumnya, ada kebiasaan di desa kami. Jika menerima sebuah tantangan, kami harus menyentuh kaki lawan kami. Biar aku sentuh kakimu. Pegangkan tongkatku, ya!” kata Abu Bakar.

Setelah sang raja memegangi tongkatnya, Abu Bakar membungkuk dan menyentuh kaki raja. Setelah selesai, Abu Bakar berkata, “Sekarang kembalikan tongkatku!” Raja memberikan kembali tongkat Abu Bakar.

“Apakah kau masih ingin bukti lain?” tanya Abu Bakar.

“Bukti lain?” tanya raja kebingungan.

“Kau tadi memegangi tongkatku saat aku pinta. Lalu, kau kembalikan tongkatku saat aku perintah. Seperti kataku, semua orang yang baik adalah pelayan bagi sesamanya,” terang Abu Bakar.

Raja terkejut mendengar jawaban Abu Bakar. la pun menyadari kesalahannya. la pun memenuhi janjinya untuk menggali tiga sumur di desa Abu Bakar.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kakek Tua dan Cucunya

Tubuhku Pelunas Hutang Suamiku

Cerita Rakyat Sulawesi Selatan : Putri Tandampalik