Lamaran Burung Bangau

Di sebuah hutan, hiduplah seekor Burung Gelatik berparuh merah. Ia sangat terkenal karena kecantikkannya. Karena kecantikkannya itulah, semua hewan di hutan memanggilnya Raden Galuh.



Suatu hari, datanglah seekor Burung kecil yang bernama Ingkling-Ingkling. Ia datang bermasud menyampaikanrtp nagapoker sebuah pesan dari seekor Burung Bangau yang bernama Buah Banu yang berniat ingin melamar Raden Galuh.

Raden Galuh yang sangat cantik. Kecantikanmu membuat semua hewan di hutan ini terpesona. Termasuk Buah Banu yang sangat gagah perkasa. Ia adalah salah satu hewan yang mengagumi kecantikanmu. Aku datang kesini dengan maksud, mewakili sahabat baikku Buah Banu untuk melamarmu.’’ Kata Ingkling-Ingkling menjelaskan maksudnya.

Mendengar yang dikatakan Ingkling-Ingkling tersebut, membuat Raden Galuh terdiam sangat lama. Ia ingin sekali menolak. Namun, ia mencari cara untuk menyampaikanrtv live slot penolakannya itu. Agar tidak membuat sang tamu tersinggung. Setelah terpikir cukup lama, akhirnya ia pun mulai berbicara.

‘’ Ingkling-Ingkling temanku, lihatlah tubuhku ini sangat kecil dan mungil. Bagaimana mungkin aku akan menikah dengan Burung Bangau yang tinggi dan besar? Jadi, jika Buah Banu sahabatmu berniat untuk menjadikanku istrinya. Ia harus bersedia untuk memotong kedua kakinya.’’ Ujar Raden Galuh.

Mendengar jawaban Raden Galuh. Ingkling-Ingkling pun pulang untuk memberitahukan permintaan yang diajukan Raden Galuh kepada Buah Banu. Mendengar permintaan itu Buah Banu akhirnya, bersedia untuk memotong kakinya. Ingkling-Ingkling pun kembali menemui Raden Galuh untuk menyampaikan permintaannya itu sudah terpenuhi.

‘’ Raden Galuh yang sangat cantik. Sahabatku Buah Banu sudah memotong kakinya sesuai yang kau katakan. Itulah tanda cintanya padamu. Aku sangat berharap kau dapat menerima lamarannya.’’ Kata Ingkling-Ingkling penuh harap.

Mendengar hal itu, Raden Galuh sangat terkejut. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa Buah Banu menerima permintaannya. Ia pun mencari cara lain, agar Buah Banu menyerah untuk melamarnya.

‘’ Ingkling-Ingkling, aku akan menerima Buah Banu. Jika ia memotong paruhnya yang sangat besar itu..’’ ujar Raden Galuh dengan permintaan keduanya.

Permintaan kedua dari Raden Galuh pun disampaikan kepada Buah Banu. Sama seperti permintaan pertamanya. Buah Banu pun langsung memotong paruhnya. Akhirnya, Ingkling-inkling pun kembali menemui Raden Galuh untuk menyampaikanbocoran rtp slo bahwa permintaan keduanya sudah dilaksanakan.

‘’ Raden Galuh, Buah Banu sudah memotong paruhnya. Apakah sekarang kau bersedia menerima lamarannya?’’ Tanya Ingkling-ingkling.

‘’ Sepertinya belum, masih ada satu syarat yang harus dipenuhi oleh Buah Banu. Aku ingin ia memotong sayapnya yang membuatku sesak nanti jika di dekatnya.’’ Ujar Raden Galuh.

Mendengar persyaratan yang ketiga, Ingkling-ingkling sangat terkejut. Ia merasa syaratnya itu sangat berlebihan. Namun, karena ia hanya utusan sahabatnya. Dengan berat hati, ia menyampaikan permintaan Raden Galuh tersebut. Karena rasa cintanya yang sangat besar kepada Raden Galuh, Buah Banu pun rela memotong kedua sayapnya.

Ingkling-ingkling pun kembali menemui Raden Galuh untuk menyampaikan syarat terakhirnya.

‘’ Raden Galuh, Buah Banu sudah memotong kedua sayapnya sesuai dengan permintaan mu. Jadi, terimalah lamaran sahabatku itu.’’ Ujar Ingkling-ingkling.

‘’ Baiklah, aku akan menerima lamaran Buah Banu. Bawalah Buah Banu untuk menemuiku dengan memakai tandu, dihias dengan bunga yang indah dan diarak oleh seluruh hewan dihutan ini.’’ Ujar Burung Gelatik Raden Galuh yang cantik jelita itu.

Jawaban Raden Galuh sangat melegakan hati. Dengan senang ia langsung menyampaikan berita bahagia tersebut kepada Buah Banu.

‘’ Akhirnya, Raden Galuh menerima lamaranku. Segera siapkan semuanya.’’ Ujar Buah Banu sangat senang

Dengan penuh rasa bahagia, keesokkan harinya. Buah Banu dan rombongannya berjalan menuju rumah Raden Galuh. Wangi bunga yang sangat harus tercium oleh Raden Galuh dan suara ricuh membuah Raden Galuh terjaga dari tidurnya. Ia pun bersiap untuk menyambut tamunya yang akan tiba.

‘’ Raden Galuh, aku Ingkling-ingkling membawa Buah Banu. Ia datang memenuhi permintaanmu dan berniat untuk menjadikanmu sebagai istrinya.’’ Kata Ingkling-ingkling dengan suara yang sangat lantang.

Dengan sangat anggun Raden Galuh pun keluar menemui rombongan Buah Banu.

‘’ Buah Banu, aku tahu rasa cintamu memang sangat besar. Kau sudah membuktikan menerima semua persyaratanku. Namun, aku sangat meminta maaf. Aku sudah berpikir sangat lama, aku sudah memutuskan untuk tidak menerima lamaranmu.’’

Mendengar apa yang disampaikan oleh Raden Galuh membuat rombongan Buah Banu terkejut.

‘’ Apa maksudmu Raden Galuh? Aku sudah melakukan semua persyaratan yang kau ajukan. Bagaimana bisa kau menolak lamaranku inii.’’ Ujar Buah Banu terkejut.

‘’ Aku tahu kau sudah melakukan semua peryaratanku dengan sangat baik. Namun, aku sudah memutuskan untuk tidak menerimamu sebagai pendampingku. Aku tidak mencintaimu Buah Banu. Pada saat dirimu sempurna saja, aku tidak bisa mencintaimu. Apalagi, dengan keadaanmu saat ini. Sangat sulit bagiku untuk mencintaimu, apalagi menerimamu sebagai pendampingku.’’ Kata Raden Galuh.

Setelah berkata seperti itu. Raden Galuh langsung melesat tinggi entah kemana dan secepat kilat ia menghilang. Mendengar yang dikatakan Raden Galuh, Buah Banu merasa sangat dipermainkan dan dipermalukan di dengan seluruh hewan. Karena menahan rasa malu dan marahnya. Ia pun jatuh pingsan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kakek Tua dan Cucunya

Tubuhku Pelunas Hutang Suamiku

Cerita Rakyat Sulawesi Selatan : Putri Tandampalik