Asal Mula Tempurung Kura-Kura
Dewa yang amat kuat dan mudah tersinggung itu bernama Zeus. Dia tinggal di Yunani. Jika ada yang tidak dia sukai, pasti dia akan segera melontarkan petirnya, sehingga membuat seluruh penduduk merasa ketakutan.
Saat Zeus akan menikah, dia mengundang seluruh binatang. Semua binatangpun menghadiri pesta tersebut. Ada yang menggonggong, mendengus, menggeram, dan mendengkur dengan riang. Mereka bersenang-senang menikmati hidangan yang telah disediakan.
“Apa kamu melihat kura-kura? Sepertinya dia tidak datang ke pestakunagapoker88 ini,” tanya Zeus.
“Aku tak tahu. Temuilah dia besok, dan tanyakan mengapa dia tidak datang,” jawab Dewi Hera.
Esok harinya, Zeus pergi ke tepian sungai yang berlumpur. Ia melihat kura-kura sedang beristirahat. Zeus hendak mendekati kura-kura, tetapi kura-kura malah bersembunyi di bawah daun besar.
“Mengapa kamu tak datang di pesta pernikahanku, kura-kura?” tanya Zeus.
Kura-kura lalu menampakkan kepalanya dan menjawab dengan lirih, “Tak ada tempatmainkasino yang indah seperti di rumahku.”
Jawaban dari kura-kura ternyata membuat Zeus amat marah. Zeus tidak menyangka kura-kura akan berpikiran seperti itu. Padahal Zeus sangat menunggu kedatangan kura-kura.
Dengan suara lantangnya. Zeus berteriak kepada kura-kura, “Baiklah. Mulai sekarang, kamu akan selalu membawa rumahmu ke mana pun kamu pergi!”
Tak lama kemudian, tiba-tiba kura-kura merasa ada perubahan pada tubuhbandar casinonya. Tubuhnya terasa makin berat.
“Apa yang terjadi padaku? Apa yang tumbuh di punggungku ini.” batin kura-kura di dalam hati.
Olala, ternyata sebuah batok yang keras dan berat telah menutupi seluruh tubuh kura-kura. Kini, yang terlihat dari kura-kura hanya kepalanya yang bersisik dan ekornya. Sejak saat itu pula, kura-kura dikenal sebagai binatang yang dapat membawa rumahnya sendiri.


Komentar
Posting Komentar