Beruang di Pohon Eukaliptus

 Pada suatu masa, hiduplah seorang anak laki-laki bersama kakeknya. Anak laki-laki itu sudah tidak memiliki ayah dan ibu. Sayangnya, dia tumbuh menjadi anak yang nakal dan pemalas.

Musim kemarau telah tiba. Karena sungai dan danau sudah kering, semua orang berbondong-bondong untuk pergi ke sumur yang letaknya cukup jauh dari tempat mereka.


Hanya anak laki-laki itu yang tak pernah mau pergi ke sumurnagapoker88.

Setiap ada orang yang membawa air dari sumur lewat di depannya, pasti anak laki-laki itu meminta air untuk diminum. Awalnya, orang-orang mau memberikan sebagian airnya. Tetapi, lama-kelamaan mereka jengkel dengan sifat si anak laki-laki itu.

“Pergilah kau, anak yang malas! Ambillah air di sumur itu jika kamu ingin meminumnya!” gerutu salah seorang warga.

Namun, si anak laki-laki tak menghiraukan keluhan warga.

Setiap pagi, si anak laki-laki tersebut hanya menghabiskan waktunya untuk bermain. Suatu ketika, dia merasa kehausan setelah lama bermain.

Dia pun mencari tempat penyimpanan air yang disembunyikan warga. Akhirnya, dia menemukannya di semak-semak.

“Ah! Segarnya air ini!” ucapnya setelah meminum air yang ada di mangkuk-mangkuk itu.

“Mumpung tak ada orang yang melihatku, aku harus segera menyembunyikan mangkuk-mangkuk ini di sela-sela dedaunan pohon eukaliptus,” pikir anak itu.

Dia langsung melakukan aksinya. Tetapi, keajaiban terjadi. Pohon itu mulai tumbuh dan bertambah tinggi. Sementara anak laki-laki itu berada di pucuk pohon bersama semua mangkuknya.

Keesokan paginya, semua warga ingin minum. Mereka segera memeriksa tempat penyimpanan air mereka. Betapa terkejutnya mereka ketika tak mendapati satu pun mangkuk milik mereka.

“Pasti ini ulah anak laki-laki yang malas itu!” gerutu mereka.

Mereka lalu memandang ke arah pohon eukaliptus yang kini tumbuh besar seperti raksasa. Mereka melihat si anak laki-laki yang berpegangan di dahan.

“Turunlah kau, anak nakal! Kembalikan mangkuk-mangkuk air milik kami!” seru wargacasino online terpercay.

Tetapi, si anak laki-laki itu hanya diam. Akhirnya, dua pemuda memanjat ke atas pohon. Melihat dirinya hendak ditangkap, si anak laki-laki itu pun merasa ketakutan. Dia mencoba melarikanrtv live slot diri, tetapi terpeleset dan jatuh.

“Krosak… Krosak…”

Aduh! Sakit sekali!” erang si anak laki-laki.

Meskipun tubuhnya sudah kesakitan, dia tetap berusaha memanjat pohon eukaliptus untuk meloloskan diri. Ajaib! Entah sihir apa yang datang. tiba-tiba anak laki-laki itu berubah.

Tubuhnya dipenuhi dengan bulu yang tebal, telinganya hitam, dan hidungnya pun menjadi hitam. Dia kini terlihat seperti beruang. Sejak saat itu, beruang tersebut hidup di pohon eukaliptus. Jika merasa haus, pasti ia memakan dedaunan. Jika ada manusia yang berusaha memanjat ke atas pohon, ia akan merintih ketakutan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kakek Tua dan Cucunya

Tubuhku Pelunas Hutang Suamiku

Cerita Rakyat Sulawesi Selatan : Putri Tandampalik