Kisah Paku dan Cara Menahan Amarah

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang memiliki sifat sangat pemarah.

Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya mengajak anak itu ke depan pagarnagapoker88 kayu dengan membawa sekantong paku.


Dia memberikan sekantong paku itu kepada anaknya sambil berkata, “saat kamu marah dan menyakiti orang lain, tancapkan satu paku ke pagar ini. Ayah sangat berharap kamu bisa mengendalikan amarahmu sehingga tidak ada paku yang menancap di pagar ini. Saat kamu berhasil menahan amarahmu selama satu hari penuh beritahu ayahbocoran admin slot.”

Hari pertama anak itu menancapkan 20 paku ke pagar.

Karena memaku pagar setiap kali marah sungguh merepotkan, si anak perlahan-lahan mulai berusaha mengendalikan diri

Secara bertahap jumlah paku yang di tancapkan ke pagar perhari pun semakin berkurang.

Semakin lama, dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada menancapkan paku ke pagar.

Hari-haripun berlalu tibalah saat dimana anak tersebut merasa benar-benar bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabaran.

Dia berhasil menahan amarah selama seharian penuh.

Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya.

Sang ayah memberinya selamat, dan meminta mencabut satu paku setiap kali dia berhasil menahan amarah selama seharian penuhmainkasino.

Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut dari pagar.

Sang ayah kemudian menuntun anaknya ke pagar.

“Kamu telah berhasil menahan amarahmu dengan baik anakku, akan tetapi, lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Seperti kamu lihat pagar ini tidak akan pernah bisa kembali sama seperti sebelumnya. Saat kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini didalam hati orang lain. Walaupun kamu sudah meminta maaf, luka itu akan tetap ada … DAN luka karena kata-kata, sama buruknya dengan luka fisik


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kakek Tua dan Cucunya

Tubuhku Pelunas Hutang Suamiku

Cerita Rakyat Sulawesi Selatan : Putri Tandampalik