Legenda Coban Rondo

Dahulu kala, ada seorang putri bernama Dewi Anjarwati yang menjalin cinta dengan seorang laki laki bernama Baron Kusuma. Tidak disangka, mereka melangkah ke jenjang yang lebih serius, yaitu pernikahan. Tidak jauh setelah pernikahannya, Baron Kusuma mengajak Dewi Anjarwati untuk pulang menemui orang tuanya yang tinggal di lereng gunung Anjasmoro.



Setelah melakukan perjalanan panjang, Dewi Anjarwati dan Baron Kusuma memutuskan untuk beristirahat. Di kesempatan itu, mereka sama sama mengisi tenaga untuk melanjutkan perjalananagen casino. Tidak di sangka, kedua pasangan itu pun bertemu dengan seorang laki laki bernama Joko Lelono. Ternyata, Joko Lelono jatuh cinta pada Dewi Anjarwati saat pertama kali melihatnya.

Tentu saja Baron Kusuma selaku suami dari Dewi Anjarwati merasa tidak senang dengan kehadiran Joko Lelono. Baron Kusuma pun pada akhirnya meminta Dewi Anjarwati untuk menjauh dan pergi untuk bersembunyi di balik air terjun. Dewi Anjarwati pun setuju dengan suaminya dan melaksanakan perintahnya dengan baik.

Setelah Dewi Anjarwati bersembunyi, terjadilah pertarungan sengitbandar casino antara Baron Kusuma dengan Joko Lelono. Setelah duel yang panjang, mereka pun sama sama terluka parah. Tidak lama setelahnya, kedua laki laki itu meninggal dunia dan tidak ada yang bisa datang untuk mencari Dewi Anjarwati. Sang dewi pun masih menunggu suaminya di lokasi air terjun.

Setelah menunggu lama, akhirnya sampai ke telinganya jika suaminya telah meninggal setelah bertarung melawan Joko Lelono. Ia pun merasa patah hati dan terus meratapi kepergian suaminya. Pernikahan yang masih berumur 35 hari harus berakhir dengan tragis. Sebenarnya sebelum memulai perjalanan, sudah adabocoran rtp slot tradisi bahwa pengantin baru dilarang bepergian sebelum selapan.

Akan tetapi, Dewi Anjarwati dan suaminya masih saja kekeh untuk mengunjungi rumah orang tuanya yang tinggal di lereng gunung Arjuno. Karena Dewi Anjarwati tidak pernah pergi, maka air terjun tersebut dikenal dengan nama “Coban Rondo”. Rondo sendiri dalam bahasa jawa artinya adalah janda, sesuai dengan status Dewi Anjarwati yang ditinggal suaminya karena meninggal dunia.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kakek Tua dan Cucunya

Tubuhku Pelunas Hutang Suamiku

Cerita Rakyat Sulawesi Selatan : Putri Tandampalik