Kegigihan Bian He

Bian He adalah seorang pemuda dari negaranagapoker88 Chu. Suatu hari, ia menemukan sebuah batu giok yang belum dipahat dan digosok. Dengan senang hati, ia mengambil batu giok itu dan membawanya ke rumah.

“Aku akan menghadiahkan batu giok ini untuk Raja Li. Raja Li pasti akan sangat senang dengan pemberianku ini,” ucap Bian He.


Keesokan harinya, Bian He pergi ke istana untuk menemui raja. Raja sangat senang dengan kedatangan Bian He. Apalagi, Bian He memberi hadiah sebuah batu giok yang besar untuknya.

“Batu giok ini asli atau palsu?” tanya Raja Li saat melihat batu giok yang dibawa Bian He.

Meskipun Bian He sudah menjelaskan bahwartv live slot batu giok itu asli, namun Raja Li masih belum percaya. Ia pun memanggil seorang ahli batu giok dan menanyakan keasliannya.

“Ini bukan batu giok. Ini hanya batu biasa,” ucap ahli batu giok.

Mendengar hal itu, Raja Li sangat marah. Ia lalu menyuruh pengawal untuk memotong kaki kiri Bian He. Sungguh sedih hati Bian He. Ia pun pulang ke rumah dengan membawa batu giok itu dan tanpa kaki kiri.

Begitu pula dengan Raja Wu. Ia juga tak percaya saat Bian He memberikan batu giok itu kepadanya. Ia mengira batu giok itu hanya batu giok biasa. Bian He pun kembali kehilangan satu kakinya. Namun, ia tak mau menyerah. Ia masih percaya bahwa batu giok itu adalah giok asli

Bian He sangat sedih. Bukan karena kehilangan kakinya, melainkan karena tak ada yang memercayaibocoran admin slot perkataannya. Dia terus-menerus menangis tiap malam.

Hal itu pun diketahui oleh Raja Wen. Raja Wen merasa iba dengan Bian He.

“Kenapa kau terus menangis? Apakah karena kau kehilangan kedua kakimu?” tanya Raja Wen.

“Bukan. Aku menangis karena tak ada yang mau percaya kepadaku, bahwa batu yang aku miliki adalah batu giok asli,” isak Bian He.

Karena merasa amat kasihan, Raja Wen pun memerintahkan tukang pahat istana untuk memahat batu giok itu. Olala, benar saja, ternyata itu adalah batu giok yang sangat langka. Setelah batu itu dipahat, hasilnya sungguh sangat indah.

“Maafkan kami yang selama ini tak memercayaimu,” ujar Raja Wen.

Bian He sangat senang. Akhirnya, ia bisa membuktikan kebenaran. meskipun ia harus kehilangan dua kakinya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kakek Tua dan Cucunya

Tubuhku Pelunas Hutang Suamiku

Cerita Rakyat Sulawesi Selatan : Putri Tandampalik