Menteri yang Bijaksana
Pada zaman dahulu di sebuah negerinagapoker88 nun jauh disana, hiduplah seorang raja. Ia sering kesal terhadap salah satu menterinya. Padahal, menteri itu adalah orang yang bijaksana, jujur, dan pemberi nasihat yang baik.
Olala, rupanya raja kesal karena menteri tersebut selalu berkata, “Ini memang sudah kehendak Tuhan. Apa pun yang Tuhan lakukan, pasti memiliki maksud yang baik?”
Awalnya, raja amat senang mendengar kata-kata bijak tersebut. Namun, lambat laun raja menjadi sangat marah mendengarnya.
Puncak kemarahan raja terjadi saat raja baru pulang dari berperang. Raja berhasil memenangkan peperangan tersebut. Sayangnya saat bertempur, raja kehilangan salah satu jaritangan judi rtpnya akibat serangan musuh. Tentu saja, raja merasa sangat sedih.
Melihat keadaan raja yang memilukan, permaisuri dan putri raja ikut bersedih. Mereka berdua menangis tersedu-sedu. Bahkan, semua dayang dan prajurit turut menangis.
Namun, si menteri tidak menangis dan justru berkata, “Ini memang sudah kehendak Tuhan. Apa pun yang Tuhan lakukan, pasti memiliki maksud yang baik.”
Raja pun kehilangan kesabaran. Ia lalu mengusir si menteri dari istana. Dengan sedih dan berat hati, menteri akhirnya pergi meninggalkan istana,
Baginya apa pun perintah raja, harus tetap ia lakukan sebaik mungkin.
Beberapa bulan kemudian, raja pergi berburu seorang diri tanpa didampingi pengawal. Tiba-tiba di tengah perjalanan, raja ditangkap oleh segerombolan penjahatbandar casino. Para penjahat itu sangat senang karena mendapat korban yang sangat istimewa. Olala, rupanya mereka hendak mempersembahkan raja kepada Dewi Kali.
Sesampainya di hadapan Dewi Kali, tiba-tiba Dewi Kali berkata,”Lelaki ini tidak memiliki tubuh yang sempurna. Aku tidak akan menerimanya.”
Ternyata Dewi Kali melihat tangan Raja yang kehilangan satu jari. Sang raja pun sangat senang, karena ia bisa kembali ke istana.
Tiba-tiba, raja teringat dengan perkataan si menteri. Ia pun menyuruh pengawal untuk menjemput si menteri. Ya! Ia ingin si menteri kembali menjadi menteri di istana.
“Maafkan aku, menteri. Perkataanmu memang benar. Nyawaku terselamatkan berkat tanganku yang tidak lagi sempurna. Tuhan memang tahu yang terbaik untukku,” kata raja kepada menteri. Menteri pun membalasnya dengan senyuman.


Komentar
Posting Komentar