Dongeng Semut dan Belalang

 Di sebuah ladangnagapoker88 yang subur, tinggal keluarga semut yang rajin dan seekor belalang pemalas. Meski keduanya memiliki perbedaan karakter yang signifikan namun belalang sangat bersahabat dengan keluarga semut sehingga tak jarang mereka saling menyapa satu dengan yang lainnya.


Di ladang tersebut, belalang yang malas senang menghabiskan waktu untuk bernyanyi, bersantai, menari atau sekedar berbaring di rumput hijau yang lembut. Belalang menikmati hari – harinya dengan sangat Bahagia tanpa ada rencana apapun untuk masa depannya.

Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh belalang, keluarga semut sangat rajin. Mereka juga bergotong royong dalam menuntaskan pekerjaannya. Mereka bekerja keras mencari dan mengumpulkan makanan setiap hari.

Suatu siang, ketika belalang sedang asyik bernyanyi dan menari tiba – tiba rombongan keluarga semut melewati tempatnya bersantai. Belalang yang heran dengan keluarga semut yang getol bekerja pun melemparkan pertanyaanbocoran rtp slot, “Mengapa kau terlihat bekerja lebih keras? Bukankah jauh lebih menyenangkan kalau kalian bersantai di tempatku?”

Semut pun menjawab, “kami sedang menyiapkan makanan untuk musim dingin nanti. Ketika musim dingin tiba tak ada tanaman yang bisa tumbuh dan jika tidak kita siapkan sedari sekarang tentu nanti kita akan mati kelaparan”.

Mendengar jawaban semut, belalang pun terkekeh. “Musim dingin masih sangat lama temanku, mengapa kamu begitu khawatir. Ayo kemarilah kita menari dan bernyanyi bersama”.

Namun keluarga semut menolak dan memilih kembali bekerja. Informasi yang belalang terima dari keluarga semut pun sama sekali tidak digubris belalang. Hingga musim dingin tiba ketika angin berhembus kencang dan salju turun menyelimuti ladang, saat itu juga belalang tidak memiliki persediaan makanan sedikit pun.

Sementara semut yang sudah memprediksi musim dingin sudah mempersiapkan semuanya. Bahkan keluarga semut mempersiapkan cadangan makanan yang lebih banyak sebagai persiapan jika musim dingin berlangsung panjang.

Benar saja, musim dingin berlangsung sangat panjang dan lebih lama dari biasanya. Di sisi lain, hari demi hari terlewati dan belalang mulai kelaparan. Belalang pun memutuskan mencari makanan di luar. Ia berjalan sambil tertatih karena kelaparan.

Ingat bahwa semut punya persediaan makanan banyak, belalang pun bermaksud mendatangi kediamanagen casino semut. Belalang tiba di sarang semut dengan tubuh lemas. Seekor semut yang menyadari kehadiran belalang pun menanyakan kenapa dengan belalang.

“Kamu kenapa belalang? Ada apa? Bicaralah!”, tanya semut pada belalang.

“Aku hampir mati kelaparan. Bolehkah aku meminta sebutir gandum, sedikit jelai atau apapun semut?” pinta belalang kepada semut.

Semut pun tidak memberikan permintaan belalang begitu saja. Semut balik bertanya, “Ingatkah kau apa yang kamu lakukan ketika kami sibuk bekerja?”

Belalang pun mengingat kesalahannya. Semut melanjutkan, “Jika kamu seperti itu terus, kamu akan benar – benar mati kelaparan. Kali ini kami akan menolongmu namun lain kali jangan harap kau mendapatkan bantuan lebih dari apa yang kami bantu sekarang belalang”.

Belalang pun berjanji untuk tidak akan bermalas – malasan lagi. Sejak itu di musim semi berikutnya, belalang bersemangat bersama keluarga semut bekerja mengumpulkan makanan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kakek Tua dan Cucunya

Tubuhku Pelunas Hutang Suamiku

Cerita Rakyat Sulawesi Selatan : Putri Tandampalik