Membayar Aroma Roti
Setiap pagi, ada seorang pengemis yang selalu melewati sebuah toko roti. Setiap kali melewati toko roti, ia selalu berhenti sejenak.
Ia sengaja berhenti hanya untuk mencium aroma wangi dari roti-roti yang dipanggang.
Sebenarnya si pengemis ingin masuk dan membeli salah satu roti, tapi ia tak memiliki uang. Jadi, ia hanya bisa mencium aroma wangi rotinya. Itu pun sudah membuatnya senang.
“Hmm, dari baunya saja sudah sangat harum. Apalagi rasanya, pasti juga enak,” gumam pengemis, sambil membayangkanrtp nagapoker sebuah roti yang baru dipanggang.
Rupanya, si pemilik toko roti melihat apa yang dilakukan si pengemis. Ia pun keluar dari tokonya, lalu menghampiri si pengemis.
“Hei, pengemistangan judi rtp. Kau harus membayar kepadaku, karena kau telah menghirup aroma lezat rotiku,” ucap si pemilik toko.
Si pengemis terkejut. Ia tak memiliki uang. Kalaupun punya uang, pasti ia akan membeli rotinya.
“Kenapa aku harus membayar? Aku hanya menghirup aromanya. Itu tidak merugikanmu, bukan?” bantah si pengemis.
Namun, si pemilik toko tidak peduli. Ia tetap meminta bayaran atas aroma roti yang telah dihirup si pengemis.
Mereka berdebat cukup lama, hingga muncullah seorang kakek. Kakek itu heran melihat keduanya berdebat.
“Apa yang membuat kalian berdebat?” tanya kakek itu.
Pemilik toko pun menjelaskan semuanya. Kakek mendengarkannya dengan serius. Sementara si pengemis hanya tertunduk. Ia berpikir, kakek itu akan berpihak kepada pemilik toko.
“Berapa yang harus dibayar untuk aroma yang telah dihirupnya?” tanya si kakek.
Betapa terkejutnya si pengemis. Ia tidak menyangka si kakek akan membelanya.
“Cukup tiga dirham,” jawab pemilik toko.
Kakek itu pun mengambil uang dari sakunya. Namun, tiba-tiba kakek itu melempar uangnya ke lantai. Terdengarlah bunyi gemerencing dari uang itu.
“Apakah kau mendengar bunyi uang itu?” tanya si kakek ke pemilik toko.
“Aku tidak tuli. Tentu saja aku mendengarnya,” jawab pemilik toko, kesal.
“Nah, itulah bayaran untukrtv live slot aroma roti yang telah dihirup pengemis,” ujar si kakek.
Pemilik toko pun terdiam. Ia malu dan sangat menyesali perbuatannya. Akhirnya, pemilik toko meminta maaf kepada si pengemis. Masalahpun selesai.


Komentar
Posting Komentar