Dua Antelop Keras Kepala

Sebuah sungainagapoker88 yang arusnya sangat deras memisahkan dua bukit berbatu sungai itu diapit oleh dua tebing tinggi dan curam dan jika ada hewan yang jatuh dan tercebur dia akan terseret arus kencang itu. Dibukit itu terdapat seekor Antelop dengan bertubuh kuat memiliki kaki yang kuat pula tubuhnya berwarna cokelat kehitam-hitaman dan antelop memiliki tanduk panjang dan sangat runcing.


Suatu pagi seekor antelop berjalan mencari rerumputan hijau untuk dia makan, antelop itu sangat suka berpergian dari satu bukit kebukit lainnya untuk mencari makanan sampailah dia di tepi jurang yang dibawahnya adalah sungai dengan arus air sangat kencang dia mencari cara untuk dapat melewatinya dengan menyisir tebing itu berharap ada tebing yang saling berhimpitan dan mampu dia loncati. Ketika antelop itu sedang mencari jalanrtv live slot untuk menyebrang ke arah bukit satunya dia melihat sebuah pohon tumbang melintang menjadi sebuah jembatan yang mempertemukan dua bukit itu.

Antelop itu mendekati pohon tumbang itu sesaat dia sampai di dekat pohon itu namun di arah berlawanan terdapat antelop lain berdiri di atas pohon tumbang itu antelop yang sama besar dan gagah, sepertinya antelop itu ingin sekali menyebrangi sungai itu dengan menggunakan pohon tumbang. Namun pohon tumbang itu sangatlah kecil tidak cukup untuk dua ekor antelop besar berselisih jalan. Ketika mereka akan menaiki pohon itu dua ekor tikus dari dua arah yang berlawanan menggunakan jembatan itu dan mereka selamat menggunakan jembatan itu.

Melihat hal tersebut kedua antelop ini mulai menapakan kaki mereka pada pohon tumbang itu mereka sama sekali tidak merasakan ketakutan bahkan rasa sombong dan harga diri muncul dari kedua antelop tersebut. Kini mereka berdiri saling berhadap hadapan di atas pohon tumbang itu tidak ada yang mau mengalah satupun dari mereka bahkan mereka terus berjalan hingga akhirnya kedua antelop tersebut saling berhadapan di tengah-tengah pohon tumbang itu. Kedua antelop itu sadar jika mereka jatuh dari pohon ini mereka akan terbawa arus sungai yang sangat deras dan mungkin mereka tidak akan selamat.

“Sebaiknya kau mundur aku yang pertama menapakan kaki di pohon ini” Kata salah satu antelop “Aku tidak peduli siapapun yang menginjakan kaki pertama kali di pohon ini. Lebih baik kau saja yang mengalah daripada kau menyesal jika telah jatuh ke sungai itu”. Celoteh antelop lainnya. Namun hal itu tidak membuat kedua antelop ini mundur atau mengalah, bahkan mereka saling mendorongbandar casino dengan sekuat tenaga satu sama lain dengan tanduknya yang kuat tidak lama setelah mereka saling dorong akhirnya mereka jatuh ke sungai dengan arus air yang sangat deras.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kakek Tua dan Cucunya

Tubuhku Pelunas Hutang Suamiku

Cerita Rakyat Sulawesi Selatan : Putri Tandampalik