Kisah Rakyat Putri Lumbung Kapas
Tersebutlah seorang raja dalam kisah. Sang Rajanagapoker88 memerintah dengan baik hingga segenap rakyat hidup dalam keadaan aman, damai, dan sejahtera. Suatu hari Sang Raja hendak berkeliling ke tujuh negeri. Ketika itu permaisurinya tengah mengandung. Sebelum berangkat Sang Raja berpesan, jika anak yang dilahirkan permaisurinya itu lelaki, maka hendaklah dirawat. Namun, jika anak yang dilahirkan permaisurinya itu perempuan, hendaklah anak itu dibunuh. “Anak perempuan itu tidak berguna,” begitu pendapat Sang Raja hingga memerintahkan membunuh anaknya jika terlahir perempuan.
Beberapa waktu kemudian Sang Raja telah kembali dari perjalanan keliling tujuh negerinya. Seketika tiba di istana kerajaannya, Sang Raja langsung bertanya perihal anaknya, “Apakah anakku telah lahir?”
“Sudah,” jawab mertua Sang Raja.
“Lelaki atau perempuan?”
“Perempuan,” jawab mertua Sang Raja. “Sesuai perintah Ananda Raja, anak Ananda Raja itu langsung kami bunuh dan kami kuburkan di bawah tangga rumah.”
Sebelum Sang Raja berujar, mendadak terdengar suara ayam jago berkokok. Sangat aneh bunyi kokoknya. Dalam suara kokoknya, ayam jago itu memberitahu Sang Raja, bahwa mertua Sang Raja telah berdusta. Anak Sang Raja memang perempuan dan diberi nama Putri Lumbung Kapas. Namun, anak Sang Raja itu tidak dibunuh. Yang dibunuh dan dikuburkan di bawah tangga rumah adalah seekor anak kambing. “Putri Lumbung Kapas kini bersama Nenek Kubayang di ujung desa!” seru ayam jago itu.
Tak terkirakan kemarahan Sang Raja setelah dibohongi. Ia pun memerintahkan mertua lelakinya, mertua perempuannya, dan adik Raja untuk menjemput Putri Lumbung Kapas guna dihadapkan padanya.
Mereka yang diperintahkan Sang Raja segera menuju ujung desa dan menemui Putri Lumbung Kapas. Mereka meminta Putri Lumbung Kapas turut serta bersama mereka untuk menghadap ayahandanya. Namun, Putri Lumbung Kapas menolak dengan mengemukakan alasan ia sedang menanam tanaman kapas.
Kian memuncak kemarahan Sang Raja saat mertua lelakinya, mertua perempuannya, dan adiknya datang menghadapnya tanpa iringan Putri Lumbung Kapas. Sang Raja tidak peduli dengan alasan yang disampaikan putrinya itu. Ia perintahkan mertua lelakinya, mertua perempuannya, dan adiknya untuk kembali berangkat ke ujung desa untuk menjemput paksaagen casino Putri Lumbung Kapas. Namun, lagi-lagi Putri Lumbung Kapas memberikan alasan penolakannya, “Sampaikan permohonan ampun hamba, hamba belum dapat menghadap ayahanda Raja karena hamba sedang memintal benang”
Begitu kejadian itu berulang-ulang. Setiap kali datang kakek, nenek, dan bibinya untuk menjemputnya untuk dibawa ke istana kerajaan, Putri Lumbung Kapas senantiasa menolak dan memberikan alasannya, seperti sedang menenun benang untuk membuat kain dan menjahit kain untuk membuat pakaian.
Sang Raja menjadi tidak sabar lagi. Kemurkaannya kian menjadi-jadi. Ia perintahkan mertua lelakinya, mertua perempuannya, dan adiknya untuk membawa Putri Lumbung Kapas secepatnya. “Tanpa ada lagi alasan!” tegas Sang Raja.
Putri Lumbung Kapas akhirnya dihadapkan pada Sang Raja. Sang Raja memerintahkan anak perempuannya itu ke tempat hukuman mati. Tak berapa lama kemudian terlihat darah menetes di tempat hukuman mati itu. Semuanya menyangka jika Putri Lumbung Kapas telah meninggal dunia. Namun ternyata Putri Lumbung Kapas masih hidup. Ia berjalan tenang menuruni tempat hukuman mati itu.
Sang Raja sangat murka. Ia lantas menghunus kerisnya. Katanya, “Biarlah aku sendiri yang akan membunuhnya!”
“Ayahanda;” ujar Putri Lumbung Kapas, “Sebelum Ananda dibunuh, berkenankah Ayahanda jika Ananda menghaturkan satu permohonan terakhir Ananda terlebih dahulu?”
“Permohonan apa yang engkau kehendaki?”
“Ananda memohon agar diperkenankan menjelajahi tujuh negeri terlebih dahulu,” kata Putri Lumbung Kapas. “Ayahanda, hamba sangat memohon agar diperkenankan sebelum Ayahanda membunuh Ananda.” Sang Raja akhirnya mengizinkan.
Putri Lumbung Kapas meninggalkan negerinya dengan ditemani seekor kuda, seekor kera, seekor tikus, dan seekor burung pipit. Ibu, kakek, nenek, dan bibinya melepaskan kepergian Putri Lumbung Kapas dengan linangan airmata. Selama dalam perjalanannya, Putri Lumbung Kapas menyamar menjadi seorang lelaki dan mengubah namanya menjadi si Saudagar.
Dengan penyamarannya sebagai si Saudagar, Putri Lumbung Kapas menjelajahi negeri-negeri. Enam negeri telah dijelajahinya. Tibalah ia kemudian di negeri ke tujuh. Di negeri yang besar itu terdapat seorang pangeran yang sangat tampan wajahnya. Si Saudagar berkenalan dengan Sang Sang Pangeran tertarik dengan si Saudagar. Ia sangat yakin, si Saudagar itu sebenarnya perempuan, meski si Saudagar berusaha menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang lelaki. Sang Pangeran ingin membuktikan kebenaran dugaan dan keyakinannya. Ia pun lantas mengajak si Saudagar untuk memanjat pohon kelapa.
Ajakan Sang Pangeran membuat Putri Lumbung Kapas kebingungan. Putri Lumbung Kapas sangat takut jika penyamarannya akan terbongkar. Ia terpaksa menerima ajakan Sang Pangeran itu untuk memanjat pohon kelapa, meski akan dilakukannya keesokan harinya. Masalah itu kian membuat Putri Lumbung Kapas kebingungan.
Si Kera keheranan mendapati Putri Lumbung Kapas. “Apa yang membuat Tuan Putri terlihat bingung seperti itu?” tanyanya.
Putri Lumbung Kapas menceritakan masalah yang tengah dihadapinya kepada si Kera.
“Janganlah Tuan Putri menjadi risau jika masalah itu yang Tuan Putri hadapi. Serahkan pada hamba. Hamba akan menyamar menjadi si Saudagar yang tengah Tuan Putri perankan;” ujar si Kera.
Keesokan harinya si Kera menyamar menjadi si Saudagar dan memanjat pohon kelapa bersama dengan Sang Pangeran. Tentu saja si Kera lebih dahulu memetik buah kelapa dibandingkan Sang Pangeran.
Sang Pangeran tetap yakin jika si Saudagar sesungguhnya adalah sosok perempuan. Ia tetap berusaha mengajak si Saudagar melakukan berbagai hal untuk membuktikan kebenaran dugaannya. Namun, berkat bantuan teman temannya, Putri Lumbung Kapas senantiasa dapat menjaga penyamarannya.
Setelah tinggal beberapa saat di negeri ketujuh, si Saudagar akhirnya kembali ke negerinya. Ia akan menunjukkanrtv live slot kepada ayahandanya, bahwa perempuan dapat melakukan berbagai hal seperti yang dilakukan lelaki. Perempuan juga dapat menjelajah ke berbagai negeri seperti yang dilakukan lelaki. Perempuan juga berguna. Sementara itu Sang Pangeran yang tetap yakin jika si Saudagar itu sesungguhnya seorang perempuan, mengikuti kepergian si Saudagar dengan diam-diam.
Putri Lumbung Kapas akhirnya tiba kembali di negerinya. Di hadapan ayahandanya, ia menjelaskan berbagai hal yang bisa dilakukannya selama dalam perjalanannya. Keberhasilannya menjelajahi tujuh negeri telah membuat Sang Raja insyaf. Sang Raja mengurungkan menghukum mati anak perempuannya itu setelah menyadari jika perempuan ternyata berguna pula.
Sang Raja yang telah insyaf lantas mengadakan pesta selamatan atas kepulangan putrinya itu dari perjalanan jauhnya. Ketika pesta selamatan diadakan, datanglah Sang Pangeran dari negeri ketujuh. Dugaannya ternyata benar, si Saudagar adalah seorang perempuan yang cantik wajahnya. Ia pun melamar Putri Lumbung Kapas.
Tak berapa lama kemudian Putri Lumbung Kapas menikah dengan Sang Pangeran. Kedua warga kerajaan itu pun menyambut gembira pernikahan itu. Mereka berbahagia, seperti kebahagiaan yang dirasakan Sang Pangeran dan Putri Lumbung Kapas.


Komentar
Posting Komentar