Ikan Bawal dan Sepasang Angsa

Suatu hari sepasang angsa terbang tinggi dilangit yang cerah mereka berpindah tempat dari tempat mereka berasal untuk bertelur dan membesarkan anak-anak mereka, di tengah perjalanan mereka mencari sebuah sungai yang tenang untuk mandi dan berenang melepaskan rasa lelahnya akhirnya mereka menemukan sungai tenang itu dan segera meluncur ke sungai tersebut. Mereka melepas lelahnya dengan mandi serta menyelam kedalam sungainagapoker88.


Ketika mereka berenang munculah seekor ikan bawal mendekati mereka, ikan bawal itu menceritakan keinginannya untuk melihat dunia dari langit karena dia tidak memiliki sayap untuk terbang dan hanya seekor ikan dia hanya bisa hidup di air.

Sepasang angsa ini mendengarkan keingiannya itu dan mereka bertanya keheranan “kenapa kau begitu ingin melihat dunia dari atas langit sedangkan jika kau keluar dari air kau bisa mati?” sang bawal menjawab “aku ingin sekali melihat dunia dari atas langit karena itu memang keinginanku, meskipun aku keluar dari air aku bisa menahan napas dalam waktu satu menit, maukah kalian membawaku ke angkasa walau hanya sebentar saja.” kemudian sang angsapun menjawab “kami mau saja menolongmu” dan sang angsa bertanya kepada sang bawal “lalu apa yang harus kami lakukan kami tidak punya cakar untuk membawamu ke langit?” sang bawal terdiam sebentar dan akhirnya dia mempunyai caramainkasino untuk pergi ke langit dengan bantuan dua ekor angsa.

“Maukah kalian mengambil sebatang ranting lurus dan kuat!” pinta sang bawal “untuk apa ranting itu?” Tanya sang angsa “ranting itu sebagai tempat ku menggigit dan menggantungbocoran rtp slot, begitu juga kalian menggigit kedua sisi ranting tersebut, dari itu kalian bisa terbang bersama sambil membawaku ke udara.” jawab sang bawal “baiklah jika itu permintaanmu akan aku usahakan” kata sang angsa.

Kemudian salah satu angsa mencari ranting yang kecil dan panjang namun ranting itu cukup kuat untuk menahan beban sang bawal dan akhirnya dia menemukan ranting pohon jati lalu membawanya ke sungai.

Setelah itu mereka bersiap untuk terbang sepasang angsa itu menggigit ranting itu dan sang bawal mengigit tengah-tengah ranting itu dengan sangat kuat, terbanglah mereka ke udara sang dan sang bawal sangat terkejut bercampur dengan perasaan senang ketika dirinya berada di udara “kini kau telah melihat dunia dari udara wahai bawal.” kata sang angsa sambil membuka mulutnya sedikit, namun karena kegirangan dan kecerobohan sang bawal, dia membuka mulutnya dan berkata “Aku seperti raja ikan yang terbang di udara” dan ketika dia bicara dia sudah melepaskan pegangannya itu pada ranting lalu dia pun jatuh dengan sangat keras membentur tanah “sungguh malang nasib sang bawal, jika saja dia tidak melakukan hal yang ceroboh itu karena lupa diri mungkin dia kini sedang berenang di sungai.”


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kakek Tua dan Cucunya

Tubuhku Pelunas Hutang Suamiku

Cerita Rakyat Sulawesi Selatan : Putri Tandampalik