Kucing dan Rubah
Seekor burung yang telah mati tergeletak di sebuah dahan pohon yang tidak terlalu tinggi, lalu seekor rubah melihat hal itu dan menyatakan itu adalah miliknya, kemudian datanglah seekor kucing dari belakang sang rubah sambil berlari dan menyatakan burung besar itu adalah hewan yang telah aku tangkap.
Namun sang rubah malah menyerang sang kucing dia mencakar dan menggigit sang kucing. Sang kucing membalas perbuatan sang rubah dengan mencakar dan menggigitnya juga. Namun kedua itu tidak bertarung sang rubah itu memberikanrtv live slot pendapat-pendapatnya tentang sang burung yang berada di atas pohon itu dan hal itu tidak bisa diselesaikan dengan sebuah perkelahian.
Akhirnya kedua hewan itu memanggil seekor macan kumbang untuk menjadi hakim dan memutuskan siapa yang berhak atas hewan buruan tersebut. Macan kumbang itu adalahagen casino sebagai hakim yang paling adil di hutan tersebut dan dia sering menyelesaikan persoalan-persoalan seperti yang dihadapi kucing dengan rubah saat itu. Ketika sang macan kumbang hadir ditempat kejadian, sang macan kumbang meminta beberapa saksi untuk dimintai keteranganbocoran rtp slot yang benar. Beberapa saat kemudian saksi-saksi telah berkumpul saksi-saksi itu terdiri dari seekor belalang sembah, seekor laba-laba dan seekor bajing.
Belalang sembah bersaksi dihadapan sang macan dan yang lainnya dia menyatakan “bahwa dia melihat hewan yang menangkap burung besar itu adalah seekor hewan berbulu dan berbuntut serta memiliki corak warna kuning kecokelatan seperti kucing. Namun sang rubah bersikeras menyamakan dirinya dengan ciri-ciri yang dijelaskan oleh saksi “aku memiliki ekor dan tubuhku berwarna kuning kecokelatan.” kata sang rubah.
Sang hakim belum bisa memastikan siapa pemilik burung besar itu dan memikirkan bagaimana cara mengetahui siapa pemilik sah burung besar itu, lalu sang macan memanggil saksi yang kedua yaitu seekor laba-laba tua yang sangat bijaksana, dia menyatakan “Yang mulia kasus ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan melihat ciri-ciri dari hewan tersebut, sekarang aku minta yang mulia perintahkan kepada kedua hewan ini untuk mengambil burung besar di dahan pohon besar itu.” sang rubah memprotes hal itu sangat keras mereka tidak menerima permintaan yang diajukan oleh sang laba-laba tua itu kepada sang hakim.
Namun sang macan kumbang kini mengerti kenapa sang rubah protes kepadanya karena dia tahu bahwa rubah tidak mungkin mampu memanjat pohon itu meskipun pohon itu tidaklah terlalu tinggi “Aku akan memutuskan siapa yang berhak memiliki burung besar itu, dan sangat jelas sekali seekor rubah tidak mampu menaiki sebuah pohon dan meninggalkan hewan buruannya itu di sebuah pohon, maka aku putuskan bahwa burung besar itu adalah milik sang kucing.” Jelas sang macan tutul kepada para hewan yang hadir pada saat itu.


Komentar
Posting Komentar